Dies Natalies (DN) merupakan event tahunan yang selalu diadakan di SMAN 2 Pare. Selain untuk memperingati kelahiran sekolah tercinta, event ini juga diselenggarakan untuk membangun kekompakan diantara warga smada. Berbagai macam lomba pun diadakan, mulai dari kaos kelas paling menarik sampai festival band tingkat SMA. Acara yang sudah direncanakan dengan matang oleh Tim Panitia OSIS ini dilaksanakan pada hari Kamis – Sabtu tanggal 4 s.d 6 Januari 2010.
First Day (4 Januari 2009)
Dies Natalies ke-36 SMAN 2 Pare resmi dibuka oleh Ibu Dewi Masitah pada pukul 07.00 pagi. Pembukaan DN yang bertemakan ‘Makarya Adikara’ dan start jalan santai ditandai dengan dipukulnya gong. Serentak jalan santai yang diikuti oleh pasukan paskibraka, drum band, maskot, dewan guru dan tak ketinggalan siswa-siswi smadapare mulai berjalan. Arak-arakan berjalan dengan teratur dan tertib disepanjang rute yang telah ditentukan yakni SMAN 2 Pare ? Thamrin ? Jalan Raya ? SMAN 2 Pare. Meski rute yang ditempuh mencapai 5 km, namun hal ini tak menyurutkan warga smada untuk terus mengikuti jalan santai dengan penuh semangat. Di saat yang sama, para peserta lomba menghias tumpeng telah mulai menumpahkan kreasinya di Ruang Media 2. Meskipun mereka tidak mengikuti jalan santai, namun semangatnya tak surut. Mereka berkerja keras demi mewakili nama kelasnya.
Setelah tiba di smada, para peserta jalan santai beristirahat dan tak lama kemudian acara festival band SMP dimulai. Di sela-sela fest band inilah diadakan pengundian door prize jalan santai. Dan rupanya hal ini yang membuat warga smada semakin bersemangat, meskipun cuaca saat itu terbilang panas. Kamis 4 Januari inilah yang menjadi titik awal berlangsungnya DN Smada tercinta yang ke-36. Awal yang baik untuk hari esok yang lebih baik. Dan para siswa-siswi pun senantiasa berharap semoga hari esok tak kalah seru dan menarik.
Second Day (4 Januari 2010)
Hari kedua dilaksanakannya Dies Natalies SMAN 2 Pare masih membakar semangat warga smada. Pada hari Jum’at inilah seluruh kemampuan warga smada diuji dalam Grandprix. Berbagai game seru dijajal oleh para pemberani smada. Mulai dari pengakuan tinggi badan, panjang rambut, panjang ikat pinggang, serta sponsor utama DN kali ini yakni Putra Aries Motor. Tak kalah seru juga lomba makan lontong.
Selain grandprix, ada pula penampilan dance, akustik dan drama yang sangat manarik. Rupanya acara-acara ini dimanfaatkan siswa kelas XII untuk menumpahkan segala rasa yang dipendam selama 3 tahun menuntut ilmu. Yang paling menarik adalah penampilan pentas seni dari kelas XII yang membuat para penonton tertawa.
Last Day, 6 Januari 2010
Semangat warga SMAN 2 Pare patut diacungi jempol. Meski DN telah berlangsung selama 3 hari dan cuaca yang diguyur hujan, namun antusiasme warga smada tetap terpencar. Kursi penonton di depan panggung telah terisi penuh sejak acara festival band tingkat SMA yang diadakan pada hari ketiga itu belum dimulai. Warna-warni aksesoris dan kaos kelas telah mewarnai tempat penonton.
Rentetan band-band hebat dari penjuru SMA di Kediri mengadu kemampuan bermain musik diatas panggung demi mendapatkan piala dan menghibur pengunjung DN. Memang festival band yang diadakan pada hari terakhir diadakan khusus untuk tingkat SMA dan tentu saja performanya jauh lebih bagus daripada festival band pada hari pertama.
Pada akhir acara munculah penampilan bintang tamu yang ditunggu-tunggu, ” FLANELLA “. Band asal Malang ini jauh-jauh datang hanya untuk menghibur rakyat smada! Lagu-lagu yang dinyanyikan ini membuat smada bergucang selama 1 jam. Para penonton yang mulanya duduk manis kini telah berjoged ria di depan panggung. Meskipun hujan deras , namun penonton sangat bersemangat untuk berjoged. Dibagi-bagikannya kaos Flanella yang otomatis menambah semangat para penjoged dadakan ini. Tak hanya siswa-siswi smada yang berjoged, alumni, para peserta band lain dan penonton dari luar smada pun ikut menyatu melepaskan penat diiringi musik Flanella band.
Akhirnya DN SMAN 2 Pare ke-36 ditutup pukul 17.30 sore. Para penonton melambaikan tangan dengan penuh harap DN tahun depan lebih meriah. “Makarya Adikara………….”
lha ken arock’e ndi?