Selain SMADA go to Bali, tanggal 25 Pebruari 2010 SMADA juga mengadakan SKAL lokal dengan tujuan Candi Surowono, tempat pembudidayaan lebah dan tempat pembudidayaan ikan.
Tujuan pertama dari SKAL Lokal SMADA ini adalah peternakan lebah. Dimana kita bisa tahu bagaimana proses mendapatkan madu mulai dari nol sampai menjadi madu yang siap untuk dipasarkan ke masyarakat.
Perjalanan dilanjutkan ke tempat pembudidayaan ikan. Para siswa dapat mengetahui bagaimana cara beternak ikan yang baik dan benar. Mulai cara memberi makan sampai kebersihan dari kolam tersebut dan akhirnya sampai siap panen.
Tidak terasa waktu terus berjalan, akhirnya kita sampai di tujuan terakhir dari dari SKAL Lokal ini. Tujuan terakhir ini yaitu Candi Surowono. Candi Surowono sebagai salah satu materi budaya Kabupaten Kediri memiliki nilai sejarah yang tinggi. Peninggalan suci Kerajaan Majapahit dengan latar belakang agama Hindu ini terletak di Pare, kurang lebih 28 kilometer, atau sekitar 50 menit dari Kota Kediri. Dulu, candi ini menjadi tempat bersuci Raja Wengker, salah satu raja fatsal atau bawahan di masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, Majapahit. Dalam kitab Negarakertagama disebutkan, Candi Surowono terletak di Visnubuvanapura, sebuah tempat pemujaan kepada Dewa Wisnu yang terletak di daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Dibangun pada abad ke 15, Candi Surowono memiliki banyak keunikan. Baik dari segi arsitektur maupun relief yang menggambarkan cerita Arjuna Wiwaha, Bubhuksah, Gagang Aking, dan Sri Tanjung. Sayang, bagian yang masih utuh dari candi ini hanya tinggal kaki dan tubuhnya. Bagian atap sudah rusak dan runtuh. Padahal, candi ini dibangun dengan menggunakan batu andesit berpori dan bagian pondasinya menggunakan batu merah dengan orientasi arah menghadap ke barat.